Dahaga fans MotoGP akan pertarungan sengit rider-rider terbaik dunia
terpuaskan di seri perdana Lossail, Qatar dinihari kemarin (23/3).
Jutaan pasang mata dibuat tak berkedip mengawasi aksi saling overtaking
antara juara bertahan Marc Marquez, Repsol Honda, dan juara enam kali
Valentino Rossi, Movistar Yamaha.
Duel dua rider beda generasi itu menjadi revans Marquez atas pertarungan
tahun lalu. Di seri perdana dan sirkuit yang sama pula, Lossail. Malam
itu, 7 April 2013. Rider Spaniard yang berstatus debutan di MotoGP untuk
kali pertama berhadapan langsung dengan idolanya the Doctor.
Hanya saja kali ini hasilnya yang berbeda. Lossail tahun lalu, Rossi
memenangkan pertarungan dan sukses meraih runner up di belakng rekan
setimnya Jorge Lorenzo. Setahun kemudian, situasinya berubah. Marquez
tak membiarkan kenangan itu berulang.
"Tahun lalu kami terlibat pertarungan pertama dan dia (Rossi)
memenangkannya. Tahun ini (pertarungan) kedua (dan menang), aku berharap
kami akan punya lebih banyak lagi kesempatan untuk bertarung ke
depannya," ujar rider 21 tahun itu.
"(Pertarungan) ini begitu pentin untuk MotoGP secara keseluruhan. Bukan
hanya karena hasilnya dan 25 poin (yang didapat Marquez), tapi juga
untuk pertunjukannya. Aku rasa ini membuat para fans puas," imbuh
Marquez yang terpaut 14 tahun dengan Rossi.
Rossi memulai lomba di posisi 10. Namun seperti balapan klasik
sebelumnya, rider 35 tahun sukses merangsek ke depan hingga tepat berada
di belakang Marquez di enam lap terakhir. Saat itu Stefan Bradl, LCR
Honda, memimpin balapan setelah Jorge Lorenzo terlempar keluar balapan,
bahkan sebelum menyelesaikan satu lap.
Pertarungan mencapai klimaks di dua lap terakhir. Itu setelah Bradl yang
terus dikuntit Marquez seperti merasa tertekan. Rider Jerman itu tak
mampu mempertahankan posisisnya dan mengalami insiden di tikungan 15.
Pertarungan Marquez versus Rossi terbuka lebar.
Rossi sempat menyalip Marquez dari sisi dalam di lap terakhir yang
disambut tepuk tangan kru tim Movistar Yamaha di paddock. Namun itu
hanya sebentar sebelum Marquez kembali mengambil alih balapan. Tiga kali
aksi saling overtaking di lap berakhir mencatat kemenangan RCV213R
dengan gap waktu 0,25 detik.
Tidak ada tanda-tanda sakit di kaki kanan Marquez yang enam pekan lalu
patah dan belum pulih benar saat memulai seri pembuka di Qatar. Kuncinya
adalah pemilihan ban. "Aku memilih ban belakang lebih keras dan sedikit
khawatir di awal. Jujur aku sempat kehilangan kepercayaan diri,"
akunya.
Karakter ban hard yang butuh waktu lama untuk panas membuat Marquez
sangat berhati-hati di lap awal. "Aku bermasalah dengan ban depan di
awal. Jadi aku memilih bertahan di belakang (Stefan) Bradl dan baru
melakukan attack di 10 lap terakhir," ungkapnya. "Aku rasa lap-lap awal
begitu menentukan. Kalau aku paksakan, mungkin aku juga mengalami
kecelakaan (seperti Lorenzo)," tandasnya.
Meski kalah bertarung, Rossi mengaku sangat menikmati duel dahsyat
tersebut. "Aku tahu harus bertarung dengan Marc. Karena kamilah pembalap
yang punya peluang sedikit lebih besar. Tapi aku juga tidak ingin
membuat kesalahan, karena (Dani) Pedrosa dan (Alvaro) Bautista sangat
dekat di belakangku. Dan bagiku podium ini sudah luar biasa," serunya.
Dani Pedrosa, Repsol Honda finis di posisi ketiga setelah Alvaro
Bautista, Go&Fun Honda Gresini celaka dan keluar race di lap 21.
Pedrosa seperti tertegun saja menyaksikan pertarungan hebat di depannya
sampai dia "lupa" untuk terlibat.